Review Can This Love Be Translated

Table of Contents

Can This Love Be Translated?–menjadi drakor pembuka di tahun 2026 yang super menghibur, bukan hanya dari visual para pemain pun alur cerita, tapi meliputi latar dan sinematografi yang begitu memanjakan mata.

Sebelumnya saya sempat membatin, kira-kira Kim Seon Ho dengan Go Youn Jung cocok nggak ya menjadi pasangan di drama ini? You know-lah, keduanya sama-sama introvert. Apalagi Youn Jung yang sering kali tertangkap kamera karena kurang nyaman dalam keramaian. Aura ingin segera pulangnya itu loh, kelihatan sekali. Bahkan sempat berdoa agar tidak menang dalam sebuah ajang penghargaan, karena tidak ingin naik ke atas panggung. Namun nyatanya dalam drakor terbarunya ini memberikan banyak kejutan tak terduga.

Salah satunya saat mempromosikan Can This Love Be Translated di Indonesia, Youn Jung terlihat sangat nyaman dan begitu ekspresif. Berbanding terbalik dengan tayangan yang selama ini saya lihat di media sosial.

Can This Love Be Translated?

Fyi… drama ini sudah lama saya tunggu sejak penetapan pemainnya. Jujur saja, saya penasaran dengan chemistry kedua tokoh tersebut. Apalagi akting Youn Jung yang baru saya kenal dari drama Alchemy of Souls, yang merambat ke drama-drama lainnya seperti Moving, Death Games dan Resident Playbook. Akankah dia membawakan peran dan karakternya hidup di drakor ini?

Kalau Kim Seon Ho sudah nggak perlu dibahas lagi kan ya? Sejak membintangi drama Start-Up, Kim Seon Ho dengan julukan “anak baik” nya masih melekat. Walaupun sempat tersandung kasus dan syukurlah dapat berlalu. Berkat akting dan kerendahan hatinya itulah, Kim Seon Ho masih ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya. Semoga dari drama ini keduanya pun dapat terus bersinar.

Ngomong-ngomong “Can This Love Be Translated?” bercerita tentang apa sih?

Secara garis besarnya, Can This Love Be Translated bercerita tentang pertemuan tidak sengaja antara seorang aktris ternama bernama Cha Mu Hee (diperankan oleh Go Youn Jung) dengan seorang penerjemah multi bahasa bernama Jo Ho Jin (diperankan oleh Kim Seon Ho) di sebuah rumah makan di Jepang.

Kedatangan Mu Hee ke rumah makan itu bukan untuk sekedar makan seperti turis pada umumnya, dia memang sengaja untuk bertemu mantan pacarnya. Niatnya sih, ingin mengajak balikan. Fyi, sang mantan bekerja di rumah makan itu sebagai chef.

Mu Hee yang sedang asyik menerjemahkan kalimat yang ingin diucapkan melalui aplikasi dalam bahasa Jepang tersebut, merasa sedang diperhatikan oleh seseorang yang sedang duduk di sebelahnya. Pada awalnya, Mu Hee mengira bila seseorang di sebelahnya merupakan turis dari China karena membawa brosur berbahasa China. 

Namun dia terkejut, ketika tiba-tiba terdengar notifikasi kakaotalk dari gawai orang itu dan membuat keduanya saling pandang dan kikuk. Berawal dari sini, muncul kesalahpahaman dan interaksi intens keduanya.

Mu Hee yang sudah tahu profesi Ho Jin langsung meminta bantuan untuk menjadi penerjemahnya, untuk menemui sang mantan. Namun pertemuan itu tidak membuahkan hasil dan malah menguak fakta yang menyakitkan.

Kala itu mereka hanya bertemu dengan istri mantan pacar Mu Hee yang sedang mengandung. Mu Hee cukup terkejut dengan situasi di sana dan merasa diremehkan pula oleh istri mantan pacarnya. Namun beruntung Ho Jin bukan sekedar seorang penerjemah biasa. Dia pandai membaca situasi dan menolong Mu Hee dengan bermartabat.

Ho Jin dengan penuh pengertian membela Mu Hee, bila kedatangannya ke Jepang untuk liburan bukan sengaja menemui sang mantan pancar. Ho Jin juga menjelaskan bila mereka sekedar mampir. Tentu saja jawaban Ho Jin membuat istri sang mantan pacar mati kutu.

Setelah kejadian malang itu, Mu Hee mencoba mengulik kehidupan pribadi Ho Jin, dengan alasan toh mereka tidak akan bertemu lagi. Jadi tidak masalah meluapkan unek-unek kepada orang asing yang tidak akan ditemuinya lagi.

Saat itu pulalah Ho Jin menjelaskan, bila kedatangannya ke Jepang pun karena seorang wanita yang dia sukai. Ho Jin bahkan mengajak Mu Hee ke tempat yang disukai wanita itu, tepat di hari ulang tahunnya. 

Kisah Ho Jin membuat Mu Hee terenyuh. Hingga sampai ketika mereka memutuskan untuk pergi makan bersama, Ho Jin mendapatkan kabar bila wanita yang disukainya sedang ada di Jepang. Kabar itu membuat perasaan Ho Jin berkecamuk antara ingin pergi atau tetap bersama Mu Hee. 

Namun Mu Hee menguatkan Ho Jin untuk menemui wanita yang disukainya tersebut. Ho Jin mendengarkan Mu Hee dan mereka berpisah seolah-olah tidak akan bertemu lagi, walau didalam benak Mu Hee terbesit kekecewaan. Namun dia pun tidak bisa berbuat apa-apa, selain menerima kepergian Ho Jin untuk menemui sang pujaan hatinya.

Beberapa waktu berlalu, Mu Hee mendapatkan sebuah projek film horor berjudul “Do Ra-mi”. Film ini booming hingga ke mancanegara. Ketenaran Do Ra-mi membuat Mu Hee menjadi aktris papan atas, hingga pengikut di media sosialnya mencapai sepuluh juta followers seperti yang diimpikannya. Namun sayang, Mu Hee tidak bisa merasakan kesuksesan itu secara langsung. Sebab dia mengalami kecelakaan kerja saat pengambilan scene terakhir filmnya. Hal tersebut membuat Mu Hee koma selama kurang lebih sebulan.

Kepopuleran Mu Hee membuat ruang privasinya sempit, sehingga apa yang ada di kehidupan Mu Hee dikuliti begitu pun dengan foto di media sosialnya. Saat itu Mu Hee memfoto Ho Jin dari belakang dan mempostingnya saat di Jepang. Ternyata tindakan yang awalnya disangka akan baik-baik saja, menjadi kegelisahan untuk Ho Jin. Sebab dia khawatir, wanita yang disukainya itu melihat postingan Mu Hee. 

Fyi… karena kegelisahan itu Ho Jin memutuskan untuk bertemu lagi dengan Mu Hee sebagai penerjemah dalam sebuah wawancara. Kali ini, Mu Hee benar-benar terkejut dengan kedatangan Ho Jin. Dia pikir Ho Jin sengaja menemuinya karena rindu dsb, tapi harapan itu pupus karena tujuannya hanya untuk menyuruh Mu Hee menghapus foto diakun media sosialnya. Yaaa.. walaupun dengan berbagai pertimbangan akhirnya foto itu tidak jadi dihapus dan hubungan keduanya semakin intens.

Rasa-rasanya, Jo Ho Jin dan Cha Mu Hee semakin hari terlihat sangat membutuhkan satu sama lain, terutama Cha Mu Hee. Sejak menjadi aktris papan atas, dia menunjukkan kepribadian ganda yang berbanding terbalik dengan karakter Mu Hee yang selalu berhati-hati dalam berucap. Karakter kepribadian ganda itu begitu ceplas-ceplos dan cegil seperti karakter Do Ra-mi dalam film. Bahkan, dia menyebut dirinya adalah Do Ra-mi.

Kepribadian ganda itu begitu menghantui Mu Hee, sebab dia terkesan merendahkan, meremehkan bahkan menjadi haters Mu Hee yang paling menakutkan. Nggak segan, kadang kala dia muncul dan menggantikan posisi Mu Hee. Hal itu membuat Mu Hee merasa membutuhkan seseorang yang bisa menenangkan kepribadian gandanya agar tidak terekspos ke khalayak. Sebab satu-satunya orang yang tahu hanya Ho Jin, yang selalu ada disaat-saat Cha Mu Hee genting.

Mu Hee juga meminta Ho Jin untuk ikut bersamanya dalam sebuah projek reality show romantis yang akan dilakukan ditiga negara. Pada awalnya Ho Jin menolak, tapi dia akhirnya menerima untuk melarikan diri. Sebab sang pujaan hatinya akan menikah dengan kakak tirinya sendiri. Dia tidak ingin datang ke pernikahan itu, sehingga menerima tawaran untuk menjadi penerjemah reality show yang dibintangi oleh Cha Mu Hee yang bertepatan dengan acara pernikahan itu.

Mu Hee begitu gembira Ho Jin ikut bergabung. Sebab dengan demikian dia bisa terus bersama Ho Jin walau hanya mendengar suaranya. Namun setidaknya mereka akan semakin dekat. Fyi, walau Mu Hee tidak ceplas-ceplos seperti Do Ra-mi, tapi dia punya banyak intrik untuk menarik perhatian Ho Jin. Dia seperti mempunyai seribu cara menaklukkan hati pak penerjemah. Salah satunya, berbohong tidak membawa kunci kamar hotel agar tetap bersama Ho Jin yang terkunci dari luar. Padahal, kunci kamarnya ada disaku jaketnya. Begitu pula soal pernyataan cintanya, walau ditolak dia tidak gentar dan selalu optimis.

Ngomong-ngomong, kisah Ho Jin dengan pujaan hatinya di Jepang tidak sesuai harapan. Kala itu, Ho Jin tidak bertemu dengan pujaan hatinya. Namun ketika mereka bertemu di Korea, dia mendapatkan kabar bila keduanya akan segera menikah. Sebenarnya, Ho Jin dan pujaan hatinya sempat saling suka, tapi seperti lagunya Fiersa “cinta datang di waktu yang salah” eh, bukan sih.. Ho Jin-nya saja yang kurang cepat mengutarakan perasaannya, hingga didahului oleh kakak tirinya. 

Namun yang menjadi plot twist adalah mereka tidak jadi menikah. Sang pujaan hati Ho Jin, malah ikut bergabung dalam proyek reality show romantis tersebut, menggantikan sutradara sebelumnya karena ada kepentingan mendadak. Yups pujaan hati Ho Jin adalah seorang sutradara Shin Ji Seon (diperankan oleh Lee Yi Dam). Namun tidak ada yang tahu tentang pembatalan pernikahan Ji Seon, sebab dia masih merahasiakan dari orang-orang dan hanya Ho Jin karena mendapat kabar dari kakaknya. Eh, ada juga yang tahu yakni Cha Mu Hee dan sang manajer Kim Yong Woo (diperankan oleh Choi Woo Sung).

Fyi, manager Yong Woo yang selalu bersikap gentleman dan seperti adik kandung Mu Hee itu pada akhirnya yang akan menaklukkan sutradara Shin. Seolah-olah semesta merestui hubungan Ho Jin dan Mu Hee, dan second lead mempunyai ceritanya sendiri. Hal ini sih salah satunya yang membuat drama ini menarik. Second lead tidak "ngeriwuk" a.k.a mengganggu si main leadernya. Sehingga membuat Can This Love Be Translated berakhir dengan mulus.

Kehadiran Ji Seon tentu membuat jengkel Mu Hee. Dia khawatir Ho Jin semakin dekat dengan masa lalunya. Apalagi ketika Mu Hee tahu Ji Seon batal menikah, dia seolah-olah tidak lagi memiliki harapan. Namun kehadiran Do Ra-mi dalam hubungan Mu Hee dan Ho Jin seolah-olah menjadi jembatan yang menghubungkan bahasa cinta masing-masing. 

Sebab berkat Do Ra-mi, Ho Jin dapat tahu sisi terdalam Mu Hee, meliputi berbagai hal yang ingin disimpan Mu Hee sendiri. Seperti trauma masa kecilnya yang melihat ibunya membunuh sang ayah bahkan dirinya. Namun berhasil selamat karena lompat dari balkon. Selama ini dia berbohong tidak mengingat kejadian tersebut, agar tidak diusir oleh keluarga pamannya yang selama ini mengasuhnya. Sehingga trauma itu mengakibatkan Mu Hee tidak percaya diri, merasa tidak pantas dicintai dan mencintai. 

Walau pada dasarnya, munculnya Do Ra-mi akibat trauma masa lalu Mu Hee yang menyakitkan, tapi berkat Do Ra-mi jugalah Mu Hee dapat menerima diri sendiri, bisa jujur tentang perasaannya dan berhasil menemukan cinta yang setara.

Setelah tahu kisah pilu tentang Cha Mu Hee, Jo Ho Jin pun semakin meyakinkan dirinya bila dia tidak salah untuk jatuh cinta. Walaupun tidak berterus terang, ada banyak scene yang menunjukkan bila Ho Jin pun menaruh hati pada Mu Hee. 

Btw, akhirnya Ho Jin mengungkapkan perasaannya kepada Mu Hee. Dia mengungkapkan bila sudah lama menaruh hati, tapi baru mengungkapkan perasaannya sekarang. Tentu saja, ucapan Ho Jin membuat Mu Hee terkejut sekaligus bahagia.

Lantas akhirnya mereka bisa bersama berkat kehadiran Do Ra-mi sebagai jembatan penghubung bahasa cinta mereka. Fyi, kepribadian Do Ra-mi lambat laun menghilang, karena sikap perhatian dan pengertian selama dia bertemu dengan Jo Ho Jin.

Sebenarnya banyak sekali yang berkesan dalam drama Can This Love Be Translated ini, baik dari karakter tiap tokoh yang kuat, setting begitu pula sinematografi yang memukau. Namun yang menjadi salfok saya tentang makna bahasa itu sendiri.

Sebagai seorang yang pernah terjun dalam bidang bahasa, walau sebentar tapi pemaknaan bahasa di Can This Love Be Translated begitu saya acungi sepuluh jempol. Eh, dua jempol! Banyak hal implisit yang membuat saya terkagum-kagum, baik dari segi bahasa tubuh, ekspresi pun karakter benar-benar dibawakan dengan sangat baik.

Btw… ada satu kalimat khas dari drama Can This Love Be Translated yang begitu melekat dalam benak saya. Kalimat itu menurut hemat saya merupakan sebuah inti dari tema drama ini yakni bila ingin memahami dan mengerti seseorang, coba pahami bahasa orang tersebut. Sebab setiap individu menggunakan bahasanya masing-masing.

Bagi saya Can This Love Be Translated begitu berkesan di awal tahun ini, lantas bagaimana dengan Teteman?

…Setiap orang memakai bahasanya sendiri. Jadi, mereka tidak saling memahami. Salah paham dan saling menyakiti.”

Hikmatul Ika
Hikmatul Ika Manusia yang menyukai dunia kepenulisan, baik sebagai blogger dan pengarang.

Post a Comment